![]() |
| Insiden Valentino Rossi dan Marc Marquez (sumber: ) |
Dramatis. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan
motoGP seri Sepang 2015. Betapa tidak, sejak sesi press conference Kamis 22 Oktober, Valentino Rossi –pada saat itu
memimpin klasemen dengan selisih 11 poin- yang biasanya kalem dan tidak pernah
menyerang pembalap lain secara frontal, tiba-tiba saja menyerang Marc Marquez
dengan tuduhan “membantu Lorenzo untuk mendapatkan gelar Juara Dunia 2015”
sewaktu di Phillip Island.
“Jika kita memiliki balapan seperti Phillip Island lagi,
kita harus berbicara dengan Marquez, sebab selama balapan hal ini sulit dimengerti. Namun setelah aku menonton rekaman
ulang setelahnya, jelas bahwa dia memang bermain-main dengan kita,” ujar Rossi. “Karena saya curiga target dia saat ini tidak hanya
memenangkan race, tapi juga membantu Lorenzo mendapatkan lebih banyak poin.
Jadi bagiku Phillips Island jelas, Jorge mendapatkan pendukung baru, dan dia
adalah Marc. Dan ini mengubah segalanya. Karena saya yakin, Marc memiliki
potensi untuk menjauh sendirian di depan tapi itu tidak dilakukannya,“ lanjut Rossi seraya tersenyum.
Tuduhan Rossi ini tidak main-main, dia bahkan juga telah
menyiapkan timesheets ketika
wawancara dengan wartawan Italia, untuk menunjukkan laju Marquez yang memang
terlihat lebih pelan di tengah balap. Tidak hanya Rossi yang punya kecurigaan
yang sama, Andrea Iannone, pembalap asal tim Ducati pun juga mengamini
pernyataan Rossi.
“Saya yakin, Marquez juga bermain-main dengan kami. Karena
setelah 15 lap, tikungan kelima, laju dia semakin pelan, dan saya melewatinya
dengan sangat mudah. Saya tidak tahu kenapa seperti itu,” ucap Iannone dengan
serius.
Tuduhan-tuduhan ini tentu saja menjadi masuk akal apabila
kita mengingat fakta bahwa jika The Doctor mendapatkan gelar juara dunia
kesepuluhnya tahun ini maka tentu saja ini akan menjadi tambahan beban buat
Marquez untuk memecahkan rekornya. Lain halnya jika Lorenzo yang memenangkannya. Toh dengan umur enam tahun lebih muda, Marquez bisa menyamai rekor juara dunia Lorenzo dengan empat kali juara dunia hingga sekarang.
“Di Laguna Seca 2013 banyak yang memperingatkan saya, Marc
ingin menunjukkan apa yang telah saya lakukan kepada Stoner lima tahun
sebelumnya, padahal dia mempunyai kesempatan melewati dengan mudah di tikungan
lain. Itu merupakan sinyal pertama. Tapi (pada saat itu) saya tidak ingin
mempercayainya,” Kata Rossi kepada jurnalis Italia.
Mencoba membandingkan dengan rival-rival sebelumnya, Rossi menambahkan
lagi, “Saya lebih suka perilaku Biaggi, meskipun kami terlihat panas di lintasan paling tidak posisi kami jelas dan jujur.”
Sesi Kualifikasi 2
Konspirasi seakan tidak berhenti setelah Rossi melakukan
serangan frontal di sesi press conference.
Marquez justru melanjutkan aksinya di sesi kualifikasi dengan membiarkan
Lorenzo di belakangnya, hal ini tentu saja menguntungkan Lorenzo karena slipstream.
Ada hal lucu yang terjadi di sesi kualifikasi ini. Lorenzo sempat
mengira dirinya mendapatkan P3, dan dengan pede-nya masuk Parc Ferme, namun dihalau sama
panitia karena ia ternyata hanya mendapatkan P4, setelah beberapa detik sebelum
sesi kualifikasi selesai The Doctor-lah yang berhasil mengamankan untuk start
dari baris depan bersama Pedrosa dan Marquez.
Jalannya Balapan
Minggu pagi diawali dengan WUP di mana Marquez berhasil
mencatatkan waktu tercepat, sementara Lorenzo, Valentino Rossi, dan Pedrosa
mengikuti di belakangnya dengan selisih waktu masing-masing 0.319; 0.562; 0.701,
berturut-turut.
Balapan dimulai dengan duo Honda yang langsung melesat di
tikungan pertama, diikuti Rossi dan Lorenzo yang sebelumnya berhasil menyalip
duo Ducati. Pada lap kedua, Lorenzo mampu menekan The Doctor untuk mengambil
alih posisi ketiga. Sementara Andrea Iannone terpaksa menghentikan balapan
karena terdapat masalah pada motornya.
Pada lap ketiga, Lorenzo berhasil menyalip Marquez dengan
mudah, yang merupakan hal aneh mengingat saat WUP Marquez mencatatkan
waktu tercepat, dan berdasarkan timesheet,
terlihat jelas catatan waktu Marquez
melambat. (timesheet)
| lap times Rossi, Marquez, Pedrosa, dan Lorenzo. |
Duel sengit terjadi setelah Marquez berada di depan Rossi.
Berkali-kali salip-menyalip, seolah Marquez tidak rela posisinya diambil Rossi.
Sampai pada lap ketujuh, insiden terjadi. Rossi sengaja melambatkan laju
motornya untuk menutup ruang gerak Marquez, namun ia mendapatkan reaksi yg
sepertinya tidak terduga . Marquez tampak menyundul kaki Rossi dengan helmnya, entah disengaja
atau tidak, kemudian kaki Rossi pun terlihat reflek bergerak, hingga Marquez
tersungkur dari motor dan menghentikan balapan. Aneh, seorang Marquez yang
biasanya ambisius, terlihat biasa saja ketika jatuh, tanpa ekspresi kecewa yang
biasanya ditunjukkan ketika jatuh. Meskipun motornya masih bisa melaju, tapi ia
langsung memutuskan untuk tidak melanjutkan balapan.
![]() |
| Insiden Rossi - Marquez di Sepang |
Sampai berakhirnya balap, Pedrosa tidak tersentuh di posisi
terdepan, diikuti Lorenzo dengan selisih lebih dari 2 detik dan Rossi di
belakangnya.
Post Race
Race Direction memutuskan
bahwa Rossi bersalah dalam insiden tersebut.
“Reaksi Valentino terhadap provokasi Marc Marquez
menyebabkan pembalap lain crash. Kami
percaya sentuhan tersebut disengaja meskipun dia tidak ingin menjatuhkan
Marquez dan hanya ingin membuatnya melebar. Tentang kaki Rossi yang sempat
lepas dari foot-peg dari video yang
kami lihat tidak ada bukti jelas ke arah sana. Kami melihat sebagai efek
senggolan dan bukan merupakan kesengajaan.” Terang Mike Webb, Race Direction.
“Kami
juga merasakan Marquez berusaha mempengaruhi kecepatan Valentino. Tapi
bagaimanapun, dari sisi regulasi dia tidak melanggar peraturan” lanjut Webb.
Untuk insiden tersebut, Rossi mendapatkan 3 poin penalti.
Hal ini berarti menggenapkan poin penalti yang ia dapatkan menjadi 4, setelah
sebelumnya juga mendapatkan penalty 1 poin di Misano, sehingga harus memulai
balapan dari posisi buncit di seri terakhir yang akan berlangsung di Valencia
nanti. Tentu saja hal ini menyulitkan –jika
tidak bisa dibilang memupuskan- The Doctor meraih gelar juara dunianya
yang kesepuluh.
“Marquez telah memenangkan ini. Dia membuat saya kehilangan
kesempatan untuk juara dunia,” ucap Rossi beberapa saat setelah balapan.
Buat beberapa fans, tentu saja respek kepada The Doctor
tidak akan hilang karena insiden ini. Once
a hero, always be a hero.
DITULIS OLEH : ICHSYAN


0 comments:
Posting Komentar