Pages - Menu

Senin, 26 Oktober 2015

Drama Valentino Rossi vs Marc Marquez di Sepang

Insiden Valentino Rossi dan Marc Marquez (sumber: indobolanews.com)
Dramatis. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan motoGP seri Sepang 2015. Betapa tidak, sejak sesi press conference Kamis 22 Oktober, Valentino Rossi –pada saat itu memimpin klasemen dengan selisih 11 poin- yang biasanya kalem dan tidak pernah menyerang pembalap lain secara frontal, tiba-tiba saja menyerang Marc Marquez dengan tuduhan “membantu Lorenzo untuk mendapatkan gelar Juara Dunia 2015” sewaktu di Phillip Island.

“Jika kita memiliki balapan seperti Phillip Island lagi, kita harus berbicara dengan Marquez, sebab selama balapan hal ini sulit dimengerti. Namun setelah aku menonton rekaman ulang setelahnya, jelas bahwa dia memang bermain-main dengan kita,” ujar Rossi. “Karena saya curiga target dia saat ini tidak hanya memenangkan race, tapi juga membantu Lorenzo mendapatkan lebih banyak poin. Jadi bagiku Phillips Island jelas, Jorge mendapatkan pendukung baru, dan dia adalah Marc. Dan ini mengubah segalanya. Karena saya yakin, Marc memiliki potensi untuk menjauh sendirian di depan tapi itu tidak dilakukannya,“ lanjut Rossi seraya tersenyum. 

Tuduhan Rossi ini tidak main-main, dia bahkan juga telah menyiapkan timesheets ketika wawancara dengan wartawan Italia, untuk menunjukkan laju Marquez yang memang terlihat lebih pelan di tengah balap. Tidak hanya Rossi yang punya kecurigaan yang sama, Andrea Iannone, pembalap asal tim Ducati pun juga mengamini pernyataan Rossi.

“Saya yakin, Marquez juga bermain-main dengan kami. Karena setelah 15 lap, tikungan kelima, laju dia semakin pelan, dan saya melewatinya dengan sangat mudah. Saya tidak tahu kenapa seperti itu,” ucap Iannone dengan serius.

Tuduhan-tuduhan ini tentu saja menjadi masuk akal apabila kita mengingat fakta bahwa jika The Doctor mendapatkan gelar juara dunia kesepuluhnya tahun ini maka tentu saja ini akan menjadi tambahan beban buat Marquez untuk memecahkan rekornya. Lain halnya jika Lorenzo yang memenangkannya. Toh dengan umur enam tahun lebih muda, Marquez bisa menyamai rekor juara dunia Lorenzo dengan empat kali juara dunia hingga sekarang.

“Di Laguna Seca 2013 banyak yang memperingatkan saya, Marc ingin menunjukkan apa yang telah saya lakukan kepada Stoner lima tahun sebelumnya, padahal dia mempunyai kesempatan melewati dengan mudah di tikungan lain. Itu merupakan sinyal pertama. Tapi (pada saat itu) saya tidak ingin mempercayainya,” Kata Rossi kepada jurnalis Italia.

Mencoba membandingkan dengan rival-rival sebelumnya, Rossi menambahkan lagi, “Saya lebih suka perilaku Biaggi, meskipun kami  terlihat panas di lintasan paling tidak posisi kami jelas dan jujur.”

Sesi Kualifikasi 2
Konspirasi seakan tidak berhenti setelah Rossi melakukan serangan frontal di sesi press conference. Marquez justru melanjutkan aksinya di sesi kualifikasi dengan membiarkan Lorenzo di belakangnya, hal ini tentu saja menguntungkan Lorenzo karena slipstream.

Ada hal lucu yang terjadi di sesi kualifikasi ini. Lorenzo sempat mengira dirinya mendapatkan P3, dan dengan pede-nya masuk Parc Ferme, namun dihalau sama panitia karena ia ternyata hanya mendapatkan P4, setelah beberapa detik sebelum sesi kualifikasi selesai The Doctor-lah yang berhasil mengamankan untuk start dari baris depan bersama Pedrosa dan Marquez.

Jalannya Balapan
Minggu pagi diawali dengan WUP di mana Marquez berhasil mencatatkan waktu tercepat, sementara Lorenzo, Valentino Rossi, dan Pedrosa mengikuti di belakangnya dengan selisih waktu masing-masing 0.319; 0.562; 0.701, berturut-turut.

Balapan dimulai dengan duo Honda yang langsung melesat di tikungan pertama, diikuti Rossi dan Lorenzo yang sebelumnya berhasil menyalip duo Ducati. Pada lap kedua, Lorenzo mampu menekan The Doctor untuk mengambil alih posisi ketiga. Sementara Andrea Iannone terpaksa menghentikan balapan karena terdapat masalah pada motornya.

Pada lap ketiga, Lorenzo berhasil menyalip Marquez dengan mudah, yang merupakan hal   aneh mengingat saat WUP Marquez mencatatkan waktu tercepat, dan berdasarkan timesheet, terlihat jelas  catatan waktu Marquez melambat. (timesheet

lap times Rossi, Marquez, Pedrosa, dan Lorenzo.
Duel sengit terjadi setelah Marquez berada di depan Rossi. Berkali-kali salip-menyalip, seolah Marquez tidak rela posisinya diambil Rossi. Sampai pada lap ketujuh, insiden terjadi. Rossi sengaja melambatkan laju motornya untuk menutup ruang gerak Marquez, namun ia mendapatkan reaksi yg sepertinya tidak terduga . Marquez tampak menyundul  kaki Rossi dengan helmnya, entah disengaja atau tidak, kemudian kaki Rossi pun terlihat reflek bergerak, hingga Marquez tersungkur dari motor dan menghentikan balapan. Aneh, seorang Marquez yang biasanya ambisius, terlihat biasa saja ketika jatuh, tanpa ekspresi kecewa yang biasanya ditunjukkan ketika jatuh. Meskipun motornya masih bisa melaju, tapi ia langsung memutuskan untuk tidak melanjutkan balapan.

Insiden Rossi - Marquez di Sepang 
Sampai berakhirnya balap, Pedrosa tidak tersentuh di posisi terdepan, diikuti Lorenzo dengan selisih lebih dari 2 detik dan Rossi di belakangnya.

Post Race
Race Direction memutuskan bahwa Rossi bersalah dalam insiden tersebut.
“Reaksi Valentino terhadap provokasi Marc Marquez menyebabkan pembalap lain crash. Kami percaya sentuhan tersebut disengaja meskipun dia tidak ingin menjatuhkan Marquez dan hanya ingin membuatnya melebar. Tentang kaki Rossi yang sempat lepas dari foot-peg dari video yang kami lihat tidak ada bukti jelas ke arah sana. Kami melihat sebagai efek senggolan dan bukan merupakan kesengajaan.” Terang Mike Webb, Race Direction.

“Kami juga merasakan Marquez berusaha mempengaruhi kecepatan Valentino. Tapi bagaimanapun, dari sisi regulasi dia tidak melanggar peraturan” lanjut Webb.

Untuk insiden tersebut, Rossi mendapatkan 3 poin penalti. Hal ini berarti menggenapkan poin penalti yang ia dapatkan menjadi 4, setelah sebelumnya juga mendapatkan penalty 1 poin di Misano, sehingga harus memulai balapan dari posisi buncit di seri terakhir yang akan berlangsung di Valencia nanti. Tentu saja hal ini menyulitkan –jika  tidak bisa dibilang memupuskan- The Doctor meraih gelar juara dunianya yang kesepuluh.

“Marquez telah memenangkan ini. Dia membuat saya kehilangan kesempatan untuk juara dunia,” ucap Rossi beberapa saat setelah balapan.
Buat beberapa fans, tentu saja respek kepada The Doctor tidak akan hilang karena insiden ini. Once a hero, always be a hero.


DITULIS OLEH : ICHSYAN


Tidak ada komentar:

Posting Komentar