![]() |
Lazio ketika menjuarai Piala Winners 1999
|
Di Villa Park, para pemain dari
Lazio dan Mallorca terlihat memasuki lapangan.
Lazio yang pada saat itu
menggunakan kostum berwarna kuning memang sedang dihuni oleh pemain-pemain top
dunia seperti Nesta, Mihajlovic, Mancini, Nedved hingga Vieri. Yang menarik
adalah dijadikannya Roberto Mancini menjadi center
midfielder pada pertandingan kali ini. Ya, memang ketika di tahun-tahun terakhirnya
menjadi pemain sepakbola, Mancini memang lebih sering memainkan peran sebagai
gelandang tengah, ketimbang posisi aslinya sebagai striker. Sementara dari
wakil Spanyol, Mallorca dihuni oleh kiper timnas Argentina di piala dunia 1998,
Carlos Roa. Match ini jelas akan menjadi
pertandingan yang tidak mudah bagi Lazio, mengingat lawan mereka berhasil lolos
ke final dengan mengandaskan wakil Inggris, Chelsea.
Kickoff dimulai, pertandingan
berjalan dengan tempo lumayan cepat. Tidak disangka, di menit ke-7 sudah ada
gol yang tercipta bagi kesebelasan Lazio. Christian Vieri, striker timnas Italia
itu berhasil mencetak gol lewat tandukan mematikannya. Umpan jauh yang
dilesakkan Guiseppe Favalli dari sisi kanan berhasil ia konversi menjadi gol
dengan lompatannya yang lebih tinggi dari kapten Mallorca, Javier Olaizola.
Javier tadinya terlihat berada pada posisi yang lebih menguntungkan untuk
menghalau bola, namun kalah duel
dengan Vieri. Papan skor berubah menjadi 1-0 untuk wakil Italia yang saat itu
dilatih oleh pelatih asal Swedia, Sven-Goran Eriksson.
Mallorca pun bereaksi cepat, para
pemain didikan Hector Cuper itu tak butuh waktu lama. Empat menit kemudian, tepatnya
di menit ke-11, striker Los Bermellones, Dani Garcia, berhasil menyamakan
kedudukan dengan sontekannya. Berawal dari penetrasi yang dilakukan Jovan
Stankovic dari sisi kanan pertahanan Lazio yang tak mampu dikejar oleh Guiseppe
Pancaro, pemain asal Serbia-Montenegro itu berhasil mengirim umpan mendatar
kepada Dani Garcia yang lepas dari pengawalan Sinisa Mihajlovic. Papan skor pun
berubah menjadi 1-1 dan skor imbang bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Sergio Conceicao
dimasukkan untuk menambah daya gedor tim biru langit. Di menit ke-78 terjadi
kejadian menarik, di mana karena keasikan menyerang, Pavel Nedved tidak melihat
Atillio Lombardo yang sudah bersiap di pinggir lapangan untuk menggantikannya. Saat
pertandingan sepertinya akan dilanjutkan hingga memasuki babak perpanjangan
waktu, pada menit-80, Lazio membangun serangan yang begitu cepat. Marcelo Salas
yang membangun serangan dari second line
sebelah kiri, mengirim umpan mendatar kepada Christian Vieri yang berada di
sisi kiri pertahanan Mallorca. Mendapatkan peluang, striker dengan nomor
punggung 32 itu langsung menembakkan bola ke arah gawang Carlos Roa. Bukannya
mengarah ke gawang, bola malah melambung ke atas karena terkena pantulan pemain
bertahan Mallorca. Namun tepat di sebelah kiri Vieri muncul gelandang tenaga
kuda dari Rep. Ceko, Pavel Nedved, yang dengan sigap menembakkan tendangan
Canon Ball-nya. Dan... Gol!!! Para pemain Lazio berhamburan memeluk gelandang
Rep. Ceko itu. Skor kembali berubah 2-1 untuk Lazio.
Di menit ke-84, Pavel Nedved
akhirnya digantikan Atillio Lombardo, Skema bertahan pun dijalankan. Mallorca
mencoba membalas di sisa waktu yang ada. Tapi tebalnya tembok pertahanan Lazio
memang sangat sulit untuk ditembus. Ditambah lagi di menit-90, masuknya
Fernando Couto menggantikan Roberto Mancini membuat semakin tebalnya tembok
pertahanan Lazio yang tentu saja semakin sulit untuk ditembus oleh Mallorca.
Hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Lazio
bertahan. Piala Winners edisi terakhir pun menjadi milik Bincocelesti, sebuah
piala yang tak akan pernah diperebutkan lagi oleh klub manapun. Sebuah
pertandingan final yang cukup menarik. Atmosfir penonton yang luar biasa dan
para pemain kedua kesebelasan yang bermain dengan tempo yang cukup cepat,
membuat pertandingan ini begitu berbekas bagi para pencinta sepakbola.
Keputusan UEFA untuk meleburkan
piala winners dan UEFA cup menjadi satu pada musim 1999-2000 membuat saya
begitu merindukan piala para juara tersebut. Piala ini begitu spesial bagi
saya, karena hanya diperebutkan oleh para juara saja. Para juara yang saling
serang untuk menjadi pemenang. Selamat Lazio, sang juara dari para juara benua
biru yang terakhir.
Formasi :
Formasi :
![]() |
| Formasi Lazio ketika Piala Winners 1999 |
![]() |
| Formasi Mallorca ketika Piala Winners 1999 |
DITULIS OLEH : ANDIK



Dapatkan Permainan Sportsbook Terbesar dan Terlengkap Bersama Winning303..
BalasHapusSBOSports - iSports - CSports - OSports
Dapatkan pertandingan paling update di dalamnya...
Winning303 juga menyediakan permainan lain dengan 1 ID...
1. Live Casino
2. Poker
3. Slot Online
4. Lottery/Togel
5. Sabung Ayam
Hubungi Kami di :
Customer Service 24 Jam
WA: +6287785425244
ZeusBola - Agen Sabung Ayam, Casino, dan Slot
BalasHapusMenerima Deposit via Pulsa dan Emoney
Dapatkan Bonus 7x Win Beruntun
Pendaftaran : http://zeusbola1.com
Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :
Whatsapp : 0822 7710 4607
Daftar S128 Menggunakan Bank BTPN Jenius