Musim
baru NBA akan bergulir kurang dari 24 jam lagi. Terlintas di pikiran saya
untuk membahas beberapa amunisi baru yang mungkin akan berguna (atau sebaliknya, tidak) bagi
tim-tim NBA musim 2015/16 kali ini. Para pemain baru atau yang lebih sering
disebut rookies ini tiap tahunnya
melalui proses seleksi oleh tim-tim NBA yang disebut dengan NBA draft pick. Ada 60 nama yang
di-draft pada musim 2015/16 kali ini.
Sebagian besar dari mereka adalah pemain College Basketball di Amerika namun
beberapa nama juga berasal dari luar negeri. Berikut 10 rookie terbaik
versi kami.
1. Karl-Anthony Towns
Pemain yang mendapatkan
overall pick ke-1 ini dipilih oleh
Minnesota Timberwolves untuk memulai karir profesionalnya di liga basket
tertinggi di Amerika. Dengan postur 7-0 ft/
250 lb, Karl memiliki postur yang
cukup baik untuk bermain di posisi center. Karl adalah seorang rebounder yang cukup handal, dibuktikan dengan fakta bahwa ia mencatat 6,7 RPG (Rebound Per
Game) bersama tim asalnya, Kentucky Wildcats. Selain itu, Karl juga
mencatatkan 2,3 BPG (Block Per Game),
serta 10,3 PPG (Point Per Game)
selama bermain bersama Kentucky. Dari
segi fisik, Karl memiliki wingspan sebesar 7’ 3,25” yang bisa terbilang di atas rata-rata. Meski
wingspan Karl masih dibawah Kevin
Durant (yang memiliki wingspan sebesar 7’ 5”) dan juga Anthony Davis (7’ 5”
wingspan), namun usia Karl yang sekarang baru menginjak 19 tahun memiliki kemungkinan
besar untuk tumbuh dan lebih berkembang di musim-musim yang akan datang.
2. D’Angelo Russell
Point Guard asal Ohio State Buckeyes ini
mendapatkan overall pick ke-2 yang
dipilih oleh Los Angeles Lakers. Russell memiliki ukuran tubuh yang cukup besar
untuk seorang point guard, yaitu
dengan postur 6-5 ft/ 180 lb. Yang cukup menarik dari rookie yang satu ini adalah ukuran wingspan-nya
yang sebesar 6’ 10”, yang bahkan lebih besar dari John Wall (Washington
Wizard) dan Klay Thompson (Golden State Warriors). Dari segi skil, Russell
adalah seorang penembak 3 angka serta passer
yang cukup baik. Dia mencatatkan .411 3PT% selama bermain bersama Ohio State,
19,3 PPG, 5,7 RPG dan 5,0 APG. Meski
beberapa sumber menyebutkan bahwa Russell terbilang kurang
eksplosif untuk level NBA, namun
Russell memiliki banyak potensi untuk berkembang menjadi seorang
bintang NBA. Pertanyaannya adalah, apakah dia mampu untuk melakukan itu bersama tim yang bisa
dibilang sedang terpuruk prestasinya saat ini? Mari kita nantikan di musim
2015/16 ini.
![]() |
| D'Angelo Russell (sumber : ) |
3. Jahlil Okafor
Center tim Duke Blue
Devils ini mendapatkan overall pick
ke-3 yang dipilih oleh Philadelphia 76ers. Okafor memiliki postur yang cukup
baik untuk bermain sebagai center di
level NBA yaitu 6-11 ft/ 270 lb. Selain itu, Okafor memiliki 7’ 5” wingspan, ya,
sama seperti Kevin Durant. Meski Okafor bukanlah seorang pemain cepat dan eksplosif, namuntentu saja ia masih
memiliki potensi untuk berkembang di NBA nantinya.
Bersama Duke, Okafor mencatatkan 17,3 PPG, 8,5 RPG, serta 1,4
BPG, suatu statistic yang
menjanjikan. Ditambah
lagi, Okafor juga mendapatkan banyak prestasi individu
saat bermain bersama Duke, di antaranya ACC Rookie Of The Year, ACC Player Of
The Year, All-ACC 1st Team, All-American 1st team, dan Wayman Tisdale Award.
Okafor termasuk salah satu pemain yang
cukup bersinar di ajang NCAA, dan memiliki banyak potensi untuk
menjadi seorang bintang di NBA. Mari kita tunggu aksinya di NBA musim 2015/16.
4. Kristaps Porzingis
Sebagai salah satu nama rookie yang berasal dari luar Amerika Serikat,
Porzingis sebelumnya bermain untuk Baloncesto Sevilla di Spanyol. Ia mendapatkan overall pick ke-4 yang dipilih oleh New
York Knicks dan menjadi salah satu pemain termuda di draft ini. Porzingis memiliki
postur 7-0 ft/ 240 lb dan ia pun memiliki gaya bermain seperti seorang
Pau Gasol (Chicago Bulls). Selain
tingkat local, ia juga mempunyai pengalaman di tingkat internasional, yaitu
bermain untuk timnas U-18 Latvia.
Porzingis mencatatkan
11,6 PPG, 4,1 RPG, dan 1,2 BPG selama bermain di Eurocup bersama Sevilla.
Porzingis juga dianugrahi Eurocup Rising Star Award tahun 2015.
5. Mario Hezonja
Shooting Guard yang bermain untuk FC Barcelona Basquet ini mendapatkan overall pick ke-5 yang dipilih oleh
Orlando Magic. Mario mempunya postur yang cukup baik yaitu 6-8 ft/ 200 lb, suatu postur yang cukup ideal untuk bermain di wing. Ia juga memiliki power
yang cukup besar serta memiliki
gayabermain yang
cukup eksplosif. Saat bermain di ajang Euroleague, Mario mencatatkan 7,7
PPG, .382 3PT%, serta 1,0 APG.Ia
pun sempat menjadi MVP di ajang FIBA Europe Under-16
Championship tahun 2011.
6. Willie Cauley-Stein
Center dari Kentucky
Wildcats ini mendapatkan overall pick
ke-6 yang dipilih oleh Sacramento Kings. Cauley-Stein memiliki postur 7-1 ft/
240 lb, postur yg cukup baik untuk seorang center.
Secara statistik, Cauley-Stein mencatatkan 8,9 PPG, 6,4 RPG, dan .572 FG (Field Goal). Cauley-Stein juga memiliki
gaya permainan yang cukup eksplosif. Selain itu, ada fakta yang menarik di mana Cauley-Stein
adalah satu-satunya pemain dalam sejarah Kentucky Wildcats yang mampu
mencatatkan setidaknya 500 rebound, 200 blocks, dan 100 steals.
7. Emmanuel Mudiay
Seorang Point
Guard yang sebelumnya
bermain untuk Guangdong Tigers ini mendapatkan overall pick ke-7 yang dipilih oleh
Denver Nuggets. Dengan postur 6-5 ft/ 200 lb, Mudiay termasuk memiliki postur yang cukup besar untuk seorang point guard. Ditambah permainannya yang cukup eksplosif, Mudiay memiliki potensi untuk menjadi salah satu pemain elit di NBA. Tercatat
statistik sebanyak
18,0 PPG, 6,3 RPG, dan 5,9 APG ia
hasilkan saat bermain di China. Namun juga terdapat beberapa
kelemahan yang dimiliki Mudiay, yaitu persentase 3 point yang hanya .342 3PT%,
masalah efisiensi dalam bermain, serta yang cukup berbahaya adalah masalah
cedera ankle yang diderita di akhir
musim lalu.
Mudiay memang termasuk salah satu rookie yang cukup menarik untuk disaksikan. Namun pertanyaannya, apakah Mudiay mampu untuk bersaing
di level NBA sebagai seorang point guard
atau bahkan mampu untuk masuk ke dalam jajaran pont guard elit NBA? Secara
fisik dan mental kami berpendapat bahwa dia mampu. Mari kita tunggu aksinya.
8. Stanley Johnson
Seorang small forward dengan postur 6-7 ft/ 245 lb asal
Arizona Wildcats ini mendapatkan overall
pick ke-8 yang dipilih oleh Detroit Pistons. Johnson mempunyai segalanya
untuk bermain di wing. Sebut saja ukuran tubuh, kekuatan, atletisme, serta
ketajaman dalam menembak 3 angka. Selain itu, Johnson pun sangat efektif dalam transisi di dalam game
serta cukup solid dalam bertahan. Johnson mempunyai
catatan menarik, di mana ia
termasuk satu di antara hanya dua orang freshman di Divisi I yang mampu
mencatatkan rata-rata 13,5 poin dan 6,5 rebound di musim 2014/15, selain Jahlil Okafor. Johnson mencatatkan 13,8
PPG, 6,5 RPG, 1,7 APG, dan .446 FG. Ia
juga meraih beberapa prestasi individu, yaitu Julius Erving
Award tahun 2015, McDonald All-American tahun 2014, dan MVP FIBA Americas
Under-18 Championship tahun 2014.
9. Frank Kaminsky
Power Forward asal Wisconsin Badgers ini
mendapatkan overall pick ke-9 yang
dipilih oleh Charlotte Hornets. Kaminsky memiliki postur 7-1 ft/ 242 lb. Footwork dan post moves yang cukup baik merupakan kekuatan Kaminsky. Selain itu,
Kaminsky memiliki kemampuan menembak 3 angka serta kemampuan passing yang juga tak kalah baik.
Statistik mencatat sebanyak 18,8 PPG, 8,2 RPG, 2,6 APG, serta .416 3PT% telah ia hasilkan. Perlu dicatat, bahwa seorang
Kaminsky adalah satu-satunya pemain Divisi I NCAA yang memiliki rata-rata
diatas 17 poin, 8 rebound, 1,5 blocks, dan 2 assist di dalam 1 musim.
![]() |
| Frank Kaminsky (sumber: ) |
10. Justise Winslow
Small Forward asal Duke Blue Devils ini
mendapatkan overall pick ke-10 yang
dipilih oleh Miami Heat. Dengan postur 6-7 ft/ 230 lb, Winslow mempunyai
kemampuan menembak 3 angka yang cukup baikIa punmempunyai atletisme tubuh yang
cukup baik. Tubuhnya yang sudah terbentuk
sebagai seorang pemain profesionalmendukungnya
untuk menjadi seorang finisher serta yang juga terbilang bagus
dalam melakukan rebound.
Selama
bermain bersama Duke, Winslow mencatatkan 12,6 PPG, 6,5 RPG, 2,1 APG, dan .418
3PT%. Winslow merupakan pemain kidal yang memiliki kemampuan menembak yang cukup
baik, serta bisa dibilang cukup cepat dalam transisi. Jika dilihat dengan
seksama, Winslow akan mengingatkan kita kepada bintang Houston Rockets, yaitu
James Harden.
Ranking
dalam draft pick tentu saja belum
menentukan kalau pemain tersebut akan berprestasi ataupun tidak berprestasi di
ajang NBA. Kita ambil contoh pada musim 2014/2015, seorang pemain Kanada yang
bermain untuk Kansas Jayhawks bernama Andrew Wiggins, mendapatkan overall pick pertama yang dipilih oleh
Cleveland Cavaliers. Walaupun akhirnya Wiggins ditukarkan ke Minnesota
Timberwolves, namun Wiggins mampu bersinar di Wolves dan memberikan kontribusi yang
cukup besar bagi Wolves. Wiggins mampu mencatatkan 16,9 PPG dengan .437 FG% dan
.310 3P%. Wiggins juga mampu meraih penghargaan Rookie Of The Year. Mundur ke satu musim sebelumnya, Anthony
Bennet, pemain University of Nevada, Las Vegas menjadi pilihan nomor 1 dari
dalam draft yang juga dipilih oleh Cleveland Cavaliers. Namun apa yang terjadi
di musim itu? Penghargaan Rookie Of The
Year disabet oleh pemain dengan overall pick ke-11, Michael Carter Williams
yang dipilih oleh Philadelphia 76ers.
Jadi,
kita tunggu saja bagaimana aksi para rookie
baru ini sepanjang musim 2015/16 yang akan bergulir besok??
DITULIS OLEH : ISA










Tidak ada komentar:
Posting Komentar