Pages - Menu

Selasa, 27 Oktober 2015

Top Ten Amunisi Baru Pilihan Tim NBA Musim 2015/2016

Musim baru NBA akan bergulir kurang dari 24 jam lagi. Terlintas di pikiran saya untuk membahas beberapa amunisi baru yang mungkin akan berguna (atau sebaliknya, tidak) bagi tim-tim NBA musim 2015/16 kali ini. Para pemain baru atau yang lebih sering disebut rookies ini tiap tahunnya melalui proses seleksi oleh tim-tim NBA yang disebut dengan NBA draft pick. Ada 60 nama yang di-draft pada musim 2015/16 kali ini. Sebagian besar dari mereka adalah pemain College Basketball di Amerika namun beberapa nama juga berasal dari luar negeri. Berikut 10 rookie terbaik versi kami.

1.       Karl-Anthony Towns
Pemain yang mendapatkan overall pick ke-1 ini dipilih oleh Minnesota Timberwolves untuk memulai karir profesionalnya di liga basket tertinggi di Amerika. Dengan postur 7-0 ft/ 250 lb, Karl memiliki postur yang cukup baik untuk bermain di posisi center. Karl adalah seorang rebounder yang cukup handal, dibuktikan dengan fakta bahwa ia mencatat 6,7 RPG (Rebound Per Game) bersama tim asalnya, Kentucky Wildcats. Selain itu, Karl juga mencatatkan 2,3 BPG (Block Per Game), serta 10,3 PPG (Point Per Game) selama bermain bersama Kentucky. Dari segi fisik, Karl memiliki wingspan sebesar 7’ 3,25” yang bisa terbilang di atas rata-rata. Meski wingspan Karl masih dibawah Kevin Durant (yang memiliki wingspan sebesar 7’ 5”) dan juga Anthony Davis (7’ 5” wingspan), namun usia Karl yang sekarang baru menginjak 19 tahun memiliki kemungkinan besar untuk tumbuh dan lebih berkembang di musim-musim yang akan datang.
Karl-Anthony Town (sumber: whenballislife.com)
2.       D’Angelo Russell
Point Guard asal Ohio State Buckeyes ini mendapatkan overall pick ke-2 yang dipilih oleh Los Angeles Lakers. Russell memiliki ukuran tubuh yang cukup besar untuk seorang point guard, yaitu dengan postur 6-5 ft/ 180 lb. Yang cukup menarik dari rookie yang satu ini adalah ukuran wingspan-nya yang sebesar 6’ 10”, yang bahkan lebih besar dari John Wall (Washington Wizard) dan Klay Thompson (Golden State Warriors). Dari segi skil, Russell adalah seorang penembak 3 angka serta passer yang cukup baik. Dia mencatatkan .411 3PT% selama bermain bersama Ohio State, 19,3 PPG, 5,7 RPG dan 5,0 APG. Meski beberapa sumber menyebutkan bahwa Russell terbilang kurang eksplosif untuk level NBA, namun Russell memiliki banyak potensi untuk berkembang menjadi seorang bintang NBA. Pertanyaannya adalah, apakah dia mampu untuk melakukan itu bersama tim yang bisa dibilang sedang terpuruk prestasinya saat ini? Mari kita nantikan di musim 2015/16 ini.
D'Angelo Russell (sumber : nba.com)
3.       Jahlil Okafor
Center tim Duke Blue Devils ini mendapatkan overall pick ke-3 yang dipilih oleh Philadelphia 76ers. Okafor memiliki postur yang cukup baik untuk bermain sebagai center di level NBA yaitu 6-11 ft/ 270 lb. Selain itu, Okafor memiliki 7’ 5” wingspan, ya, sama seperti Kevin Durant. Meski Okafor bukanlah seorang pemain cepat dan eksplosif, namuntentu saja ia masih memiliki potensi untuk berkembang di NBA nantinya.
Bersama Duke, Okafor mencatatkan 17,3 PPG, 8,5 RPG, serta 1,4 BPG, suatu statistic yang menjanjikan. Ditambah lagi, Okafor juga mendapatkan banyak prestasi individu saat bermain bersama Duke, di antaranya ACC Rookie Of The Year, ACC Player Of The Year, All-ACC 1st Team, All-American 1st team, dan Wayman Tisdale Award. Okafor termasuk salah satu pemain yang cukup bersinar di ajang NCAA, dan memiliki banyak potensi untuk menjadi seorang bintang di NBA. Mari kita tunggu aksinya di NBA musim 2015/16.
Jahlil Okafor (sumber: basketsession.com)
4.       Kristaps Porzingis
Sebagai salah satu nama rookie yang berasal dari luar Amerika Serikat, Porzingis sebelumnya bermain untuk Baloncesto Sevilla di Spanyol. Ia mendapatkan overall pick ke-4 yang dipilih oleh New York Knicks dan menjadi salah satu pemain termuda di draft ini. Porzingis memiliki postur 7-0 ft/ 240 lb dan ia pun memiliki gaya bermain seperti seorang Pau Gasol (Chicago Bulls). Selain tingkat local, ia juga mempunyai pengalaman di tingkat internasional, yaitu bermain untuk timnas U-18 Latvia. 
Porzingis mencatatkan 11,6 PPG, 4,1 RPG, dan 1,2 BPG selama bermain di Eurocup bersama Sevilla. Porzingis juga dianugrahi Eurocup Rising Star Award tahun 2015.
Kristaps Porzingis (sumber: lockerdome.com)
5.       Mario Hezonja
Shooting Guard yang bermain untuk FC Barcelona Basquet ini mendapatkan overall pick ke-5 yang dipilih oleh Orlando Magic. Mario mempunya postur yang cukup baik yaitu 6-8 ft/ 200 lb, suatu postur yang cukup ideal untuk bermain di wing. Ia juga memiliki power yang cukup besar serta memiliki gayabermain yang cukup eksplosif. Saat bermain di ajang Euroleague, Mario mencatatkan 7,7 PPG, .382 3PT%, serta 1,0 APG.Ia pun sempat menjadi MVP di ajang FIBA Europe Under-16 Championship tahun 2011.
Mario Hezonja (sumber: lockerdome.com)
6.       Willie Cauley-Stein
Center dari Kentucky Wildcats ini mendapatkan overall pick ke-6 yang dipilih oleh Sacramento Kings. Cauley-Stein memiliki postur 7-1 ft/ 240 lb, postur yg cukup baik untuk seorang center. Secara statistik, Cauley-Stein mencatatkan 8,9 PPG, 6,4 RPG, dan .572 FG (Field Goal). Cauley-Stein juga memiliki gaya permainan yang cukup eksplosif. Selain itu, ada fakta yang menarik di mana Cauley-Stein adalah satu-satunya pemain dalam sejarah Kentucky Wildcats yang mampu mencatatkan setidaknya 500 rebound, 200 blocks, dan 100 steals.
Willie Cauley-Stein (sumber: grizzlybearblues.com)
7.       Emmanuel Mudiay
Seorang Point Guard yang sebelumnya bermain untuk Guangdong Tigers ini mendapatkan overall pick ke-7 yang dipilih oleh Denver Nuggets. Dengan postur 6-5 ft/ 200 lb, Mudiay termasuk memiliki postur yang cukup besar untuk seorang point guard. Ditambah permainannya yang cukup eksplosif, Mudiay memiliki potensi untuk menjadi salah satu pemain elit di NBA. Tercatat statistik sebanyak 18,0 PPG, 6,3 RPG, dan 5,9 APG ia hasilkan saat bermain di China. Namun juga terdapat beberapa kelemahan yang dimiliki Mudiay, yaitu  persentase 3 point yang hanya .342 3PT%, masalah efisiensi dalam bermain, serta yang cukup berbahaya adalah masalah cedera ankle yang diderita di akhir musim lalu.
Mudiay memang termasuk salah satu rookie yang cukup menarik untuk disaksikan. Namun pertanyaannya, apakah Mudiay mampu untuk bersaing di level NBA sebagai seorang point guard atau bahkan mampu untuk masuk ke dalam jajaran pont guard elit NBA? Secara fisik dan mental kami berpendapat bahwa dia mampu. Mari kita tunggu aksinya.
Emmanuel Mudiay (sumber: nypost.com)
8.       Stanley Johnson
Seorang small forward dengan postur 6-7 ft/ 245 lb asal Arizona Wildcats ini mendapatkan overall pick ke-8 yang dipilih oleh Detroit Pistons. Johnson mempunyai segalanya untuk bermain di wing. Sebut saja ukuran tubuh, kekuatan, atletisme, serta ketajaman dalam menembak 3 angka. Selain itu, Johnson pun sangat efektif dalam transisi di dalam game serta cukup solid dalam bertahan. Johnson mempunyai catatan menarik, di mana ia termasuk satu di antara hanya dua orang freshman di Divisi I yang mampu mencatatkan rata-rata 13,5 poin dan 6,5 rebound di musim 2014/15, selain Jahlil Okafor. Johnson mencatatkan 13,8 PPG, 6,5 RPG, 1,7 APG, dan .446 FG. Ia juga meraih beberapa prestasi individu, yaitu Julius Erving Award tahun 2015, McDonald All-American tahun 2014, dan MVP FIBA Americas Under-18 Championship tahun 2014.
 
Stanley Johnson (sumber: basketball-society.com)
9.       Frank Kaminsky
Power Forward asal Wisconsin Badgers ini mendapatkan overall pick ke-9 yang dipilih oleh Charlotte Hornets. Kaminsky memiliki postur 7-1 ft/ 242 lb. Footwork dan post moves yang cukup baik merupakan kekuatan Kaminsky. Selain itu, Kaminsky memiliki kemampuan menembak 3 angka serta kemampuan passing yang juga tak kalah baik. Statistik mencatat sebanyak 18,8 PPG, 8,2 RPG, 2,6 APG, serta .416 3PT% telah ia hasilkan. Perlu dicatat, bahwa seorang Kaminsky adalah satu-satunya pemain Divisi I NCAA yang memiliki rata-rata diatas 17 poin, 8 rebound, 1,5 blocks, dan 2 assist di dalam 1 musim.
Frank Kaminsky (sumber: projectshanks.com)

10.   Justise Winslow
Small Forward asal Duke Blue Devils ini mendapatkan overall pick ke-10 yang dipilih oleh Miami Heat. Dengan postur 6-7 ft/ 230 lb, Winslow mempunyai kemampuan menembak 3 angka yang cukup baikIa punmempunyai atletisme tubuh yang cukup baik. Tubuhnya yang sudah terbentuk sebagai seorang pemain profesionalmendukungnya untuk menjadi seorang finisher serta yang juga terbilang bagus dalam melakukan rebound.
        Selama bermain bersama Duke, Winslow mencatatkan 12,6 PPG, 6,5 RPG, 2,1 APG, dan .418 3PT%. Winslow merupakan pemain kidal yang memiliki kemampuan menembak yang cukup baik, serta bisa dibilang cukup cepat dalam transisi. Jika dilihat dengan seksama, Winslow akan mengingatkan kita kepada bintang Houston Rockets, yaitu James Harden.
     
Justise Winslow (sumber: dukebasketballreport.com)
Ranking dalam draft pick tentu saja belum menentukan kalau pemain tersebut akan berprestasi ataupun tidak berprestasi di ajang NBA. Kita ambil contoh pada musim 2014/2015, seorang pemain Kanada yang bermain untuk Kansas Jayhawks bernama Andrew Wiggins, mendapatkan overall pick pertama yang dipilih oleh Cleveland Cavaliers. Walaupun akhirnya Wiggins ditukarkan ke Minnesota Timberwolves, namun Wiggins mampu bersinar di Wolves dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi Wolves. Wiggins mampu mencatatkan 16,9 PPG dengan .437 FG% dan .310 3P%. Wiggins juga mampu meraih penghargaan Rookie Of The Year. Mundur ke satu musim sebelumnya, Anthony Bennet, pemain University of Nevada, Las Vegas menjadi pilihan nomor 1 dari dalam draft yang juga dipilih oleh Cleveland Cavaliers. Namun apa yang terjadi di musim itu? Penghargaan Rookie Of The Year disabet oleh pemain dengan overall pick ke-11, Michael Carter Williams yang dipilih oleh Philadelphia 76ers.
Jadi, kita tunggu saja bagaimana aksi para rookie baru ini sepanjang musim 2015/16 yang akan bergulir besok??

DITULIS OLEH : ISA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar