Selasa, 27 Oktober 2015

Lazio dan Edisi Piala Winners Terakhir

Lazio ketika menjuarai Piala Winners 1999 
19 Mei 1999, stadion Villa Park, Birmingham, Inggris kedatangan dua kesebelasan yang akan bertarung mati-matian memperebutkan edisi terakhir piala winners. Mereka adalah wakil Italia SS Lazio dan wakil dari Spanyol RCD Mallorca. Piala yang telah berlangsung selama 38 tahun itu akan ditiadakan oleh FIFA dan akan digabungkan menjadi satu dengan piala UEFA di tahun berikutnya. Adapun para peserta Piala Winners ini, seperti namanya, adalah para pemenang kompetisi piala (cup competition) dari negaranya masing-masing. Sebagai contoh, Spanyol mengirimkan pemenang Copa del Rey, Italia mengirimkan pemenang Copa Italia, Inggris mengirimkan pemenang Piala FA, dan begitupun juga dengan negara-negara Eropa lainnya.

Di Villa Park, para pemain dari Lazio dan Mallorca terlihat memasuki lapangan.
Lazio yang pada saat itu menggunakan kostum berwarna kuning memang sedang dihuni oleh pemain-pemain top dunia seperti Nesta, Mihajlovic, Mancini, Nedved hingga Vieri. Yang menarik adalah dijadikannya Roberto Mancini menjadi center midfielder pada pertandingan kali ini.  Ya, memang ketika di tahun-tahun terakhirnya menjadi pemain sepakbola, Mancini memang lebih sering memainkan peran sebagai gelandang tengah, ketimbang posisi aslinya sebagai striker. Sementara dari wakil Spanyol, Mallorca dihuni oleh kiper timnas Argentina di piala dunia 1998, Carlos Roa. Match ini jelas akan menjadi pertandingan yang tidak mudah bagi Lazio, mengingat lawan mereka berhasil lolos ke final dengan mengandaskan wakil Inggris, Chelsea.

Kickoff dimulai, pertandingan berjalan dengan tempo lumayan cepat. Tidak disangka, di menit ke-7 sudah ada gol yang tercipta bagi kesebelasan Lazio. Christian Vieri, striker timnas Italia itu berhasil mencetak gol lewat tandukan mematikannya. Umpan jauh yang dilesakkan Guiseppe Favalli dari sisi kanan berhasil ia konversi menjadi gol dengan lompatannya yang lebih tinggi dari kapten Mallorca, Javier Olaizola. Javier tadinya terlihat berada pada posisi yang lebih menguntungkan untuk menghalau bola, namun kalah duel dengan Vieri. Papan skor berubah menjadi 1-0 untuk wakil Italia yang saat itu dilatih oleh pelatih asal Swedia, Sven-Goran Eriksson.

Mallorca pun bereaksi cepat, para pemain didikan Hector Cuper itu tak butuh waktu lama. Empat menit kemudian, tepatnya di menit ke-11, striker Los Bermellones, Dani Garcia, berhasil menyamakan kedudukan dengan sontekannya. Berawal dari penetrasi yang dilakukan Jovan Stankovic dari sisi kanan pertahanan Lazio yang tak mampu dikejar oleh Guiseppe Pancaro, pemain asal Serbia-Montenegro itu berhasil mengirim umpan mendatar kepada Dani Garcia yang lepas dari pengawalan Sinisa Mihajlovic. Papan skor pun berubah menjadi 1-1 dan skor imbang bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Sergio Conceicao dimasukkan untuk menambah daya gedor tim biru langit. Di menit ke-78 terjadi kejadian menarik, di mana karena keasikan menyerang, Pavel Nedved tidak melihat Atillio Lombardo yang sudah bersiap di pinggir lapangan untuk menggantikannya. Saat pertandingan sepertinya akan dilanjutkan hingga memasuki babak perpanjangan waktu, pada menit-80, Lazio membangun serangan yang begitu cepat. Marcelo Salas yang membangun serangan dari second line sebelah kiri, mengirim umpan mendatar kepada Christian Vieri yang berada di sisi kiri pertahanan Mallorca. Mendapatkan peluang, striker dengan nomor punggung 32 itu langsung menembakkan bola ke arah gawang Carlos Roa. Bukannya mengarah ke gawang, bola malah melambung ke atas karena terkena pantulan pemain bertahan Mallorca. Namun tepat di sebelah kiri Vieri muncul gelandang tenaga kuda dari Rep. Ceko, Pavel Nedved, yang dengan sigap menembakkan tendangan Canon Ball-nya. Dan... Gol!!! Para pemain Lazio berhamburan memeluk gelandang Rep. Ceko itu. Skor kembali berubah 2-1 untuk Lazio.

Di menit ke-84, Pavel Nedved akhirnya digantikan Atillio Lombardo, Skema bertahan pun dijalankan. Mallorca mencoba membalas di sisa waktu yang ada. Tapi tebalnya tembok pertahanan Lazio memang sangat sulit untuk ditembus. Ditambah lagi di menit-90, masuknya Fernando Couto menggantikan Roberto Mancini membuat semakin tebalnya tembok pertahanan Lazio yang tentu saja semakin sulit untuk ditembus oleh Mallorca. Hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Lazio bertahan. Piala Winners edisi terakhir pun menjadi milik Bincocelesti, sebuah piala yang tak akan pernah diperebutkan lagi oleh klub manapun. Sebuah pertandingan final yang cukup menarik. Atmosfir penonton yang luar biasa dan para pemain kedua kesebelasan yang bermain dengan tempo yang cukup cepat, membuat pertandingan ini begitu berbekas bagi para pencinta sepakbola.

Keputusan UEFA untuk meleburkan piala winners dan UEFA cup menjadi satu pada musim 1999-2000 membuat saya begitu merindukan piala para juara tersebut. Piala ini begitu spesial bagi saya, karena hanya diperebutkan oleh para juara saja. Para juara yang saling serang untuk menjadi pemenang. Selamat Lazio, sang juara dari para juara benua biru yang terakhir.

Formasi :
Formasi Lazio ketika Piala Winners 1999

Formasi Mallorca ketika Piala Winners 1999


DITULIS OLEH : ANDIK

2 komentar :

  1. Dapatkan Permainan Sportsbook Terbesar dan Terlengkap Bersama Winning303..
    SBOSports - iSports - CSports - OSports

    Dapatkan pertandingan paling update di dalamnya...

    Winning303 juga menyediakan permainan lain dengan 1 ID...
    1. Live Casino
    2. Poker
    3. Slot Online
    4. Lottery/Togel
    5. Sabung Ayam

    Hubungi Kami di :
    Customer Service 24 Jam
    WA: +6287785425244

    BalasHapus
  2. ZeusBola - Agen Sabung Ayam, Casino, dan Slot
    Menerima Deposit via Pulsa dan Emoney
    Dapatkan Bonus 7x Win Beruntun
    Pendaftaran : http://zeusbola1.com

    Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :
    Whatsapp : 0822 7710 4607

    Daftar S128 Menggunakan Bank BTPN Jenius

    BalasHapus