Pages - Menu

Rabu, 28 Oktober 2015

Livorno, Lucarelli dan Komunis

Cristiano Lucarelli (sumber: beyondthefieldofplay.com)
Mungkin sebagian dari kita ada yang begitu kecewa mendengar fakta bahwa klub kesayangan kita tak hanya sekedar bermain bola tapi juga membawa unsur politik di dalamnya. Tapi ternyata fakta menunjukkan, ada beberapa klub sepakbola yang dibangun melalui unsur politik dan tetap eksis. Tak terkecuali di Italia. Ada banyak klub sepakbola Italia yang terbagi pada garis-garis politik. Livorno adalah salah satu klub yang berada dengan tegas di sebelah kiri dengan paham komunis. Jadi jangan heran ketika menonton pertandingan mereka di stadion atau melalui layar kaca, anda akan melihat spanduk dengan gambar Che Guevara atau palu arit berwarna merah mawar berkibaran di stadion. Livorno adalah simbol perlawanan politik kiri Italia melalui sepakbola. Dan dapat diartikan bahwa klub ini lambang dari pertentangan klub-klub berpolitik kanan, seperti Lazio atau Verona, atau dengan klub-klub kaya nan mapan seperti Juventus, Inter dan Milan.

Keterlibatan Livorno dengan komunisme diawali dengan terbentuknya Partai Komunis Italia. Didirikan oleh Antonio Gramsci dan Amadeo Bordiga, Partai Komunis Italia menjadi bentuk perlawanan terhadap fasisme Benito Mussolini. Partai Komunis Italia sendiri merupakan partai yang tidak mendukung maupun menentang perang. Bentuk perlawanan mereka terhadap pemerintah umumnya ditunjukkan dalam aksi protes dan dalam bentuk olahraga, khususnya sepakbola, mengingat bahwa penguasa saat itu juga mendirikan klub sepakbola yang menjadi ikon pemerintah fasis, yaitu SS Lazio.

Cerita menarik lainnya tentang Livorno yang membuat para 'kaum kiri' berloncat riang adalah ketika pada tahun 2005 Livorno berhasil mengalahkan AC Milan yang disebut tegas oleh media kiri Inggris, Guardian, sebagai klub “anjing peliharaan” penguasa Italia, Silvio Berlusconi. Kemenangan si kecil yang selalu terinjak  melawan raksasa penguasa jelas membuat para penggiat kiri sepakbola berbahagia. Ketika itu Livorno diperkuat oleh 'Che Guevara' mereka di lapangan hijau, Cristiano Lucarelli yang selalu dianaktirikan untuk membela timnas Italia karena mempunyai paham komunisme  kental.

Cerita dimulai ketika Cristiano Lucarelli muda tampil untuk tim Italia U-21 menghadapi Moldova pada sebuah laga internasional. Lucarelli yang sering disebut-sebut sebagai striker masa depan negeri pizza tersebut berhasil mencetak gol pada pertandingan itu. Setelah mencetak gol, Lucarelli melakukan selebrasi berlari sambil membuka jerseynya ke arah fans Italia, dan terpampang jelas wajah Che Guevara di kaos dalamnya. Sejak kejadian itu, setiap pelatih yang menukangi Gli Azzuri seperti mendapat larangan tidak tertulis dari FIGC (Badan tertinggi sepakbola Italia) untuk memanggil Lucarelli ke Timnas.

Livorno dan Lucarelli itu bagai suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Pendapat ini diamini oleh pelatih kenamaan Italia Serse Cosmi yang mengatakan bahwa Lucarelli adalah Livorno.  Pemain yang kerap melakukan selebrasi The Raised Fist ketika mencetak gol itu memilih menggunakan nomor punggung 99 untuk mengormati ultras garis keras Brigate Autonomn Livornesi yang berdir pada tahun 1999. Komunisme yang dipercaya oleh Lucarelli dan masyarakat Livorno lainnya  selama bertahun-tahun adalah sebuah paham yang sejatinya berpihak kepada masyarakat kecil nan miskin yang sering digambarkan Lucarelli sebagai 'Livorno' dan bukan berpihak kepada penguasa dan kapitalisme.

Pendapat lain yang makin menegaskan bahwa “Lucarelli adalah Livorno” terjadi di tahun 2003,. Saat itu, Lucarelli memutuskan untuk membela Livorno yang berada di serie B, padahal ia masih memiliki sisa kontrak selama 1 tahun di Torino. Dan apa yang dilakukan Lucarelli? Ia membeli kontraknya sendiri senilai 1 juta lira untuk segera berangkat ke Livorno. 
“Some players buy themselves a Ferarri or a yacht for a billion lira. I bought myself a Livorno shirt. That’s all.“- Cristiano Lucarelli.

Livorno dan Lucarelli adalah sebuah fenomena dan perbedaan yang membuat sepakbola semakin berwarna. Sayang, saat ini Livorno masih berjuang di serie B atau kasta kedua tertinggi di sepakbola Italia. Kita doakan saja semoga di musim depan klub ini dapat kembali promosi ke serie A dan kembali menyemarakkan indahnya perbedaan pada dunia sepakbola.

DITULIS OLEH: ANDIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar