![]() |
| Gianliugi Donnarumma ketika melawan Sassuolo 25 Oktober 2015 (sumber: ) |
Pada pertandingan antara AC Milan vs Sassuolo
25 Oktober 2015 lalu, secara
mengejutkan pelatih AC Milan memasang kiper belia mereka, Gianluigi Donnarumma
yang akrab dipanggil Gianluigi, sebagai kiper utama starting XI AC Milan. Yang
menarik, debut Gianluigi ini terjadi saat dia berusia 16 tahun 242 hari! Yang artinya, dia adalah pemain belia
kedua setelah legenda hidup AC Milan, Paolo Maldini, yang melakukan debut pada
usia 16 tahun 208 hari. Berdasar data yang dilansir dari wikipedia, rekor debut
kiper termuda di Serie A masih dipegang oleh Gianluca
Pacchiarotti yang melakukan
debut pada usia 16 tahun 192 hari ketika bermain untuk Pescara pada musim
1977-1978, ketika dikalahkan Perugia. Namun, meski begitu, tentu saja
debut Gianluigi di klub sebesar AC Milan ini tetap merupakan suatu hal yang
fenomenal.
Dalam pertandingan debutnya melawan Sassuolo, Gianluigi
membuat satu penyelamatan dari dua shoot on goal Sassuolo sepanjang pertandingan namun kebobolan satu gol dari tendangan bebas penyerang masa depan Italia, Domenico
Berardi. Beberapa hari kemudian, Gianluigi kembali dipercaya berdiri di bawah mistar AC
Milan, dimana kali ini
Gianluigi menorehkan clean sheet yang
membuat Milan menang 1-0 atas Chievo. Dalam pertandingan melawan Chievo,
Gianluigi sempat melakukan 2 penyelamatan gemilang. Menurut Squawka, selama dua kali penampilannya Gianluigi
melakukan 5 claims, 3 saves, total distribution 84%, dan total
performance score 78.
Siapa sebenarnya Gianluigi Donnarumma? Kiper muda Milan ini lahir
di Castellammare di Stabia pada tanggal 25 Februari 1999, tepat pada saat Milan menjadi scudetto di bawah kepelatihan Alberto Zaccheroni. Dengan
tinggi badan 196 Cm dan berat badan 90 Kg, tubuh Gianluigi sangat proporsional untuk menjadi benteng terakhir tim berjuluk
Rossonerri di masa depan. Gianluigi sendiri dipromosikan ke tim utama dan
menjadi kiper ketiga pada musim 2015/2016 ini oleh pelatih Milan, Sinisa
Mihajlovic. Miha sangat percaya dengan kemampuan Gianluigi setelah mendengar
rekomendasi para scout Milan yang telah mengamati performa kiper Timnas Italia
U-17 itu sejak dini. Menurut penjelasan ayahnya, Alfonso Donnarumma, Gianluigi
pernah mencoba mengikuti trial di Juventus dan Inter Milan, sebelum akhirnya bergabung
ke akademi Milan. Ia pun akhirnya
promosi ke tim utama bersama salah satu rekan setimnya di Milan Primavera,
Davide Calabria, pada musim ini, menyusul Mattia De Sciglio dan Ignazio Abate yang terlebih dahulu bermain di tim utama. Gianluigi sendiri melakukan
debut profesionalnya pada saat uji coba pra-musim melawan Real Madrid, di mana dia mampu menggagalkan
tendangan penalti Toni Kroos. Kemampuan Gianluigi menahan tendangan penalti sendiri bukan suatu hal yang
kebetulan, karena semasa masih bermain di Milan Primavera
pun Gianluigi pernah beberapa kali melakukan penyelamatan tendangan penalti.
Apa yang dicapai Gianluigi kini telah mengalahkan pencapaian kakaknya, Antonio Donnarumma, yang juga bergabung ke AC Milan pada usia
15 tahun. Sayang, karir Antonio di Milan tidak secemerlang adiknya. Antonia
harus rela dipinjamkan ke Piacenza
sebelum akhirnya hijrah ke Genoa.
Pengamatan scout Milan memang tidak salah, di awal
musim 2015/2016 ini Gianluigi sempat diincar dua klub raksasa EPL, Manchester
United dan Chelsea (sumber: harian
Calcio Mercato dan La Gazzetta dello Sport). Artinya,
Milan harus bisa mengamankan kontrak kiper belianya tersebut agar bisa bertahan
di Milan selama mungkin.
Di saat lini belakang Milan tampil begitu keropos
serta menurunnya performa Diego Lopes, Gianluigi bisa menjadi harapan AC Milan
dan Milanisti sebagai benteng terakhir yang tangguh. Tentu ini akan menjadi tantangan
yang sangat berat bagi kiper muda
ini. Hal yang menarik untuk diamati adalah, apakah penampilan Gianluigi pada pertandingan
pertandingan selanjutnya dapat menjawab tantangan tersebut.
DITULIS OLEH: DONEH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar